Pages

Kamis, 16 Oktober 2014

INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

A.    Individu
Individu berasal dari kata latin “individuum” artinya yang tidak terbagi, maka kata individu merupakan sebutan yang dapat digunakan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. Istilah individu dalam kaitannya dengan pembicaraan mengenai keluarga dan masyarakat manusia, dapat pula diartikan sebagai manusia. Terdapat tiga aspek yang melekat sebagai persepsi terhadap individu, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek-sosial yang bila terjadi kegoncangan pada suatu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya. Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyarakat yng menjadi latar belakang keberadaanya. Individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya.

B.     Keluarga
Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapat bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya. Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”.  Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu.
Keluarg inti terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka. Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah sebagai berikut : 1. Peranan Ayah : Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. 2. Peranan Ibu : Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya. 3. Peran Anak : Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.

C.    Masyarakat
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan hidup, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya. Tatanan kehidupan, norma-norma, dan adat istiadat itulah yang menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas. Suatu kelompok masyarakat dapat berupa suatu suku bangsa, atau juga berlatar belakang dari berbagai suku. Dalam pertumbuhan dan perkembangan suatu masyarakat, dapat digolongkan menjadi dua, yaitu masyarakat sederhana dan masyarakat maju (modern).

D.    Permasalah dalam Keluarga

Dalam keluarga orang tua selalu mengajarkan dan mendidik anak-anakna agar kelak dalam kehidupannya mampu bertindak dalam masyarakat. Mereka harus mengikuti norma-norma dan nilai social yang berlaku. Orang tua mendidik anaknya dengan norma-norma agama, kesopanan, adat istiadat dan norma-norma lainnya tentu memiliki tujuan. Tujuan mereka adalah agar anaknya kelak menjadi orang yang berguna, manusia yang berbudi luhur dan mampu bersosialisasi di masyarakat dengan baik.
Penyimpangan sosial yang terwujud dalam tindakan yang menyimpang, banyak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan kehidupan social di masyarakat. Suatu keluarga yang tidak harmonis, akan berpengaruh terhadap perilaku anak-anaknya. Misalnya, orang tua yang sering bertengkar didepan anak-anaknya, menyebabkan anak kehilangan pegangan dan frustasi. Hal ini mendorong si anak terjerumus pada tindakan-tindakan yang menyimpang seperti mabuk-mabukan, menggunakan narkoba dan bentuk –bentuk tindakan lainnya.
Beberapa factor yang menyebabkan sosialisasi dalam keluarga tidak berjalan dengan baik, sebagai berikut :
      1.      Anak selalu dimanjakan orang tua, anak yang berbuat salah selalu dibela dan dianggap benar. Akibatnya,    anak akan bertindak sesuka hatinya karena yang selalu diperbuat dianggap benar.
    2.   Orang tua selalu sibuk sehingga tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan perhatian dan kasih saying kepada anak.
      3.      Kedua orang tua selalu bertengkar dan tidak pernah harmonis.
      4.      Orang tua yang selalu keras dan mengekang anak. Anak tidak memiliki kebebasan sama sekali.
      5.      Perilaku orang tua yang menjadi panutan dalam keluarga tidak mencerminkan contoh yang baik.
Cara mengatasi masalah sosial dalam keluarga :
      1.      Pilih waktu untuk bicara
         Pilihlah waktu untuk bicara dengan keluarga, misalnya pasangan atau anak dengan tepat. Pilihlah waktu     yang sekiranya keluarga anda sedang santai.
      2.      Ungkapkan masalah dengan jujur
           Jangan pernah berpikiran bahwa keluarga tahu apa yang akan anda bicarakan. Oleh karena itu, bicarakan  sejelas dan sejujur mungkin tentang masalah yang ada.
      3.      Dengarkan
          Dengarkan apapun penjelasan atau ungkapan hati keluarga anda. Jangan menyela pembicaraan karena bisa menimbulkan kesalahpahaman.
      4.      Buat solusi
    Tujuan utama dari dilakukannya pembicaraan mengenai masalah keluarga ini adalah adanya solusi yang tepat untuk menyelesaikannya.
     Dalam sebuah keluarga, komunikasi merupakan hal yang sangan penting. Komunikasi yang terjalin baik antar anggota keluarga akan membuat hubungan keluarga semakin harmonis.

Sumber :


PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

Penduduk, masyarakat, dan kebudayaan adalah konsep-konsep yang berhubungan satu sama lain. Penduduk bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula, dan berkemungkinan akan terbentuknya suatu masyarakat di wilayah tersebut. Demikian pula hubungan antara masyarakat dengan kebudayaan, ini adalah hubungan dwi tunggal, yang merupakan kebudayaan adalah hasil dari masyarakat. Kebudayaan bisa terlahir, tumbuh, dan berkembang dalam suatu masyarakat, sebaliknya tidak ada suatu masyarakat yang tidak didukung oleh kebudayaan. Jadi, hubungan antara masyarakat dan kebudayaan merupakan hubungan yang saling menentukan.

1.    Penduduk adalah orang-orang yang mendiami suatu wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah, tumbuh dan berkembang dalam wilayah tertentu pula.
2.  Masyarakat adalah suatu kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu, yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Hal yang terpenting dalam masyarakat adalah pranata sosial, tanpa pranata sosial kehidupan bersama didalam masyarakat tidak mungkin dilakukan secara teratur. Pranata sosial adalah perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secara perseorangan maupun secara kelompok.
3.       Kebudayaan adalah hasil budi daya manusia, ada yang mendefinisikan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, sedangkan rasa mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur kehidupan dan cipta merupakan kemampuan berpikir dan kemampuan mental yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan.

A.    Budaya Kekerasan di Masyarakat
Kekerasan di Indonesia terus berkembang dan sekarang sudah menjadi kebudayaan yang lazim di masyarakat. Beberapa kasus kekerasan yang sudah terjadi, misalnya kekerasan antara ormas. Hakikat kehadiran organisasi kemasyarakatan (ormas) merupakan perwujudan kebebasan berserikat dan berkumpul sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 28 UUD 1945. Peran dan fungsinya lebih gamblang lagi dinyatakan dalam UU Nomor 8 Tahun 1985. Di dalam UU itu disebutkan salah satu fungsi ormas, yakni wadah penyalur kegiatan sesuai kepentingan anggotanya. Kepentingan disini salah satunya adalah jaminan keamanan. 
Secara umum ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya kekerasan di masyarakat yaitu :
1.   Masalah penegakan hukum yang masih lemah. Tanpa penegakan hukum yang tegas dan adil, maka kekecewaan akan tumbuh di dalam masyarakat. Penegakan hukum yang diinginkan adalah yang adil, dalam arti tidak pandang siapapun orangnya, apakah ia berduit atau tidak, apakah orang kaya atau miskin, apakah berkuasa atau tidak, di depan hukum harus diperlakukan secara adil. Jika tidak, kekecewaan demi kekecewaan masyarakat lambat laun akan terakumulasi dan hanya menunggu momentum untuk meledak. Sedikit saja ada permasalahan, masyarakat menjadi cepat marah.
2.      Kesenjangan ekonomi. Masalah kesenjangan ekonomi terjadi di mana–mana di berbagai belahan dunia. Hanya yang berbeda adalah tingkat kesenjangannya. Semakin besar  pendapatan anggota masyarakat yang satu dengan yang lain, semakin potensial untuk mengoyak kestabilan dan keamanan wilayah atau daerah setempat. Kesenjangan ekonomi dapat dengan pasti menimbulkan kecemburuan sosial. Apalagi mereka yang terbilang kaya tidak peduli dengan mereka yang miskin yang ada di sekitarnya. Kecemburuan sosial inipun secara potensial membahayakan, karena sewaktu-waktu bisa tersulut membara menjadi tindakan anarkhis, hanya karena percikan api permasalahan yang kecil saja.
3.      Tidak adanya keteladanan dari sang pemimpin. Artinya, pemimpin mulai tidak seperti wacana: apa yang dilakukan berbeda jauh dengan apa yang dikatakan. Pemimpin melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji, mementingkan diri sendiri, dan keluar dari batas kewenangannya. Ketika terjadi permasalahan, maka masyarakat yang kehilangan figur keteladanan, menjadi bingung ke mana dan di mana tempat bertanya dan mengadu. Karena tidak ada yang pantas diteladani, maka mereka melakukan tindakan yang semaunya, yang seringkali tanpa pertimbangan.
4.   Provokasi dari pihak-pihak yang berkepentingan menjadikan bibit-bibit permasalahan yang ada agar menjadi besar. Di balik upaya-upaya mereka itu tentu ada maksud yang tersembunyi, mungkin dalam kaitannya dengan politik, seperti dalam rangka merebut kekuasaan dengan cara merusak image orang yang sedang berkuasa atau lawan politiknya, dan sebagainya. Bagi sebagian masyarakat yang kondisinya sudah ‘labil’ karena dihimpit oleh berbagai persoalan hidup, bukanlah tidak mungkin mereka dengan mudah terprovokasi untuk melakukan tindakan-tindakan destruktif tanpa menyadari bahwa sebenarnya mereka sedang diperalat.

B.     Upaya – upaya  yang mungkin bisa dilakukan untuk memperkecil angka kekerasan di masyarakat antara lain :
1.      penegakan hukum yang menghormati rasa keadilan masyakarakat. Ketegasan dan keberanian pihak penegak hukum sangat diperlukan. Fenomena hukum yang ‘diperjualbelikan’ harus disudahi.
2.      Di samping itu, perlu secara berkesimbungan memperkecil ekonomi antar wilayah, antar kelompok, dan antar anggota masyarakat. Ini, tentu saja bukan perkara gampang, karena sesungguhnya yang namanya ekonomi itu pasti ada di bagian wilayah manapun di dunia. Yang penting adalah bagaimana upaya pemerintah, swasta, dan seluruh komponen masyarakat untuk memperkecil sehingga dapat mengurangi kecemburuan sosial di samping berusaha meningkatkan solidaritas dan toleransi antar anggota masyarakat.
3.      Selanjutnya, para pemimpin, baik formal maupun informal, mesti melakukan introspeksi diri, sehingga dapat keluar dari kebiasaan lama yang kurang terpuji dan kembali menjadi teladan atau panutan yag baik bagi masyakarat yang dipimpinnya.
4.      Last but not least, masyarakat harus diperkuat mentalnya melalui berbagai siraman rohani dan pemahaman terhadap ketentuan hukum yang berlaku, sehingga lebih tangguh dalam menghadapi para provokator yang mungkin saja menyelinap diantara mereka tanpa disadari, baik secara fisik maupun secara ideologis (melalui pemikiran yang menyesatkan). Harus senantiasa diingatkan kepada masyarakat, terutama di daerah-daerah yang rawan konflik, bahwa kekerasan itu tiada gunanya, semua pihak akan rugi, bagai kayu yang sama-sama habis terbakar: yang satu jadi abu, yang lain jadi arang.


Jumat, 10 Oktober 2014

SISTEM TERDISTRIBUSI

Sistem terdisitribusi merupakan kumpulan autonomous computers yang terhubung melalui sistem jaringan computer dan dilengkapi dengan system software tedistribusi untuk membentuk fasilitas computer terintegrasi.

Proses:

-          Dijalankan secara bersamaan (execute concurrently)
-          interaksi untuk bekerjasama dalam mencapai tujuan yang sama
-          mengkoordinasikan aktifitas dan pertukaran informasi yaitu pesan yang dikirim melalui jaringan komunikasi


A.    Karakteristik Sistem Terdistribusi
Dalam system terdistribusi terdapat beberapa karakteristik yaitu :

1. No global clock
- Terdapat batasan pada ketepatan proses sinkronisasi clock pada sistem terdistribusi, oleh karena asynchronous message passing
- Pada sistem terdistribusi, tidak ada satu proses tunggal yang mengetahui global state sistem saat ini (disebabkan oleh concurrency dan message passing)

2. Independent failure
- Kemungkinan adanya kegagalan proses tunggal yang tidak diketahui
- Proses tunggal mungkin tidak peduli pada kegagalan sistem keseluruhan

3. Concurrency of components
- E.g. Beberapa pemakai browser mengakses suatu halaman web secara bersamaan.

B.     Model Sistem Terdistribusi

       1.      Client Server


Sistem client-server mempunyai satu atau lebih proses client dan satu atau lebih proses server, dan sebuah proses client dapat mengirim query ke sembarang proses server. Client bertanggung jawab pada antar muka untuk user, sedangkan server mengatur data dan mengeksekusi transaksi. Sehingga suatu proses client berjalan pada sebuah personal computer dan mengirim query ke sebuah server yang berjalan pada mainframe.
Arsitektur ini menjadi sangat popular untuk beberapa alasan. Pertama, implementasi yang relatif sederhana karena pembagian fungsi yang baik dan karena server tersentralisasi. Kedua, mesin server yang mahal utilisasinya tidak terpengaruh pada interaksi pemakai, meskipun mesin client tidak mahal. Ketiga, pemakai dapat menjalankan antarmuka berbasis grafis sehingga pemakai lebih mudah dibandingkan antar muka pada server yang tidak user-friendly. perlu diingat batasan antara client dan server dan untuk menjaga komunikasi antara keduanya yang berorientasi himpunan. Khususnya membuka kursor dan mengambil tupel pada satu waktu membangkitkan beberapa pesan dan dapat diabaikan.

       2.    Multiple Server

Service disediakan oleh beberapa server. Server menggunakan replikasi atau database terdistribusi. Tujuannya untuk  kehandalan.
Contoh : sebagian besar layanan web komersial diterapkan melalui server fisik yang berbeda
       3.      Proxy Server
Proxy server menyediakan hasil copy (replikasi) dari resource yang di atur oleh server lain. Biasa nya proxy server di pakai untuk menyimpan hasil copy web resources. Ketika client melakukan request ke server, hal yang pertama dilakukan adalah memeriksa proxy server apakah yang diminta oleh client terdapat pada proxy server. Proxy server dapat diletakkan pada setiap client atau dapat di pakai bersama oleh beberapa client. Tujuannya adalah meningkatkan performance dan availibity dengan mencegah frekwensi akses ke server.
       4.      Peer to Peer
Bagian dari model sistem terdistribusi dimana sistem dapat sekaligus berfungsi sebagai client maupun server. Sebuah arsitektur di mana tidak terdapat mesin khusus yang melayani suatu pelayanan tertentu atau mengatur sumber daya dalam jaringan dan semua kewajiban dibagi rata ke seluruh mesin, yang dikenal sebagai peer. Pola komunikasi yang digunakan berdasarkan aplikasi yang digunakan. Peer-to-peer merupakan model yang paling general dan fleksible.
C.    Permasalah Sistem Terdistribusi
Masalah dengan sistem terdistribusi yang dapat dimunculkan antara lain berkaitan dengan :
       1.      Software - bagaimana merancang dan mengatur software dalam Distribusi Sistem
       2.      Ketergantungan pada infrastruktur jaringan
       3.      Kemudahan akses ke data yang di share, memunculkan masalah keamanan
Dalam setiap penggunaan suatu sistem, banyak sekali ditemui permasalahan – permasalahan yang muncul, begitu juga dengan sistem terdistribusi. Selain permasalahan – permasalahan yang akan dihadapi terdapat tantangan – tantangan dalam sistem terdistribusi.
      D.    Tantangan Sistem Terdistribusi
Tantangan yang ada dalam Sistem Terdistribusi yaitu :
      1.      Keheterogenan komponen (heterogenity)
      2.      Keterbukaan (openness)
      3.      Keamanan (security)
      4.      Scalability
      5.      Penanganan kegagalan (failure handling)
      6.      Concurrency of components
      7.      Transparansi

      1.      Keheterogenan

-          Suatu sistem terdistribusi dapat dibangun dari berbagai network, operation system hardware dan programming language yang berbeda.
-          IP dapat digunakan utk mengatasi perbedaan jaringan.
-          Middleware mengatasi perbedaan lainnya.

      2.      Keterbukaan
-          Mendukung extensibility.
-          Setiap komponen memiliki antarmuka (interface), yg di-publish ke komponen lain.
-          Perlu integrasi berbagai komponen yg dibuat oleh programmer atau vendor yg berbeda.

      3.      Keamanan
-          Shared resources & transmisi informasi rahasia perlu dilengkapi dengan enkripsi.
-          Cegah denial of service.

      4.      Scalability
-          Penambahan pemakai membutuhkan penambahan resource yg konstan.
-          Cegah bottleneck. Jika perlu, gunakan replikasi.

      5.      Penanganan Kegagalan
-          Setiap proses (komputer atau jaringan) dapat mengalami kegagalan secara independen.
-          Komponen lain harus tetap berjalan dgn baik.

      6.      Concurrency
-          Multiple users with concurrent requests to a shared resources.
-          Setiap resource hrs aman di lingkungan tersebut di atas.

      7.      Transparansi

Transparan: bagi pemakai, keberadaan beberapa komponen tampak sebagai satu sistem saja.

       -          Access transparency:
Local & remote resources dapat diakses dengan operasi yg sama.

       -          Location transparency:
Resource dapat diakses tanpa tahu di mana lokasinya.

       -          Concurrency transparency:
Beberapa proses dapat sama-sama menggunakan suatu resource tanpa saling interferensi.

       -          Replication transparency:
Pemakai maupun pemrogram aplikasi tidak perlu mengetahui adanya replikasi resource, yang dapat meningkatkan kehandalan dan unjuk kerja.

       -          Failure transparency:
Pemakai dan pemrogram aplikasi dapat menyelesaikan tugasnya walaupun ada kegagalan hardware atau software.

       -          Mobility transparency:
Resource dan klien dapat berpindah tanpa mempengaruhi operasi pemakai atau program.

       -          Performance transparency:
Sistem dapat dikonfigurasi ulang untuk meningkatkan unjuk kerja, sejalan dengan perubahan beban sistem.

       -          Scaling transparency:
Sistem dan aplikasi mudah bertambah luas tanpa perubahan struktur sistem dan algoritma aplikasi.



  

Jumat, 18 Oktober 2013

CREAM HN ORIGINAL EXCLUSIVE PLUS PLUS

Kini dr Handoko mengeluarkan product terbaru HN ORIGINAL EXCLUSIVE PLUS PLUS,, yang buat wajah kamu tambah kinclong!!!! Karena mengandung Bubuk Mutiara yang sangat bagus buat wajah kamu... Di jamin Original ...





Terdiri dari :
Daycream(15gr), Nightcream(15gr), Toner(60ml), Facial Wash(100ml), Serum(20ml)

HN EXCLUSIVE + SERUM = Rp 270.000/paket

HN EXCLUSIVE NON SERUM = Rp 235.000/paket

Manfaat dari cream HN  ORIGINAL EXCLUSIVE  PLUS PLUS :

  • Memutihkan dan mencerahkan kulit wajah
  • Menghambat pembentukan melanin pada wajah 
  • Dapat sebagai anti inflamasi dan anti radiasi sinar UV 
  • Anti Oksidan 
  • Melembabkan kulit dan mengecilkan pori-pori pada wajah 
  • Menghilangkan flek hitam dan warna kulit yang tidak merata pada wajah
  •  Menghilangkan jerawat dan noda hitam bekas jerawat
  • Mengencangkan kulit dapat mengurangi garis-garis wajah dan kedalaman keriput
  • Menunda efek penuaan dini, mempercepat proses degenerasi 
  • Membersihkan kulit dari toksin
Kandungan HN ORIGINAL EXCLUSIVE :


  • Mengandung Glabridin senyawa yang terkandung pada tanaman licorice akar glycyrrhiza glabra yang berfungsi sebagai whitening bekerja menghambat kerja tyrosinase dalam pembentukan melanin. Glabridin juga mempunyai khasiat sebagai anti inflamasi dan anti radiasi dari sinar UV matahari sehingga dapat mengurangi / menghindari terjadi kemerahan pada kulit kita selama efek whiteningnya.
  • Asam kojic menghambat melanosis dengan cara mengganggu  pengambilan oksigen yang diperlukan untuk proses “pencoklatan” (browning) secara enzimatik. Sebagai antioksidan untuk lemak dan minyak.
  • Ekstrak Kiwi mengandung vitamin dan nutrisi lainnya yang berkontribusi terhadap kulit bersinar.  Kiwi mengandung vitamin C, yang diperlukan untuk memproduksi kolagen. Kolagen adalah protein ikat yang membantu untuk mengencangkan kulit, dapat mengurangi garis-garis wajah dan kedalaman keriput dapat menunda efek penuaan, mempercepat proses degenerasi, termasuk perubahan ketebalan kulit, elastisitas dan kekencangan.
  • Ekstrak Lidah Buaya berfungsi mengatasi radang kulit, melembapkan kulit. menahan hilangnya cairan dari permukaan kulit, sehingga tidak cepat kering, serta menghilangkang jerawat dan mengecilkan pori-pori wajah.
  • Bubuk mutiara mengandung asam amino dan mineral alami (zinc, magnesium, kalsium karbonat, dan silikon) dapat mencegah penuaan dini karena dapat menghasilkan kolagen yang banyak, dan juga membersihkan tubuh dari toksin, sehingga kulit pun menjadi sehat dan tidak asal putih saja dapat menghilangkan radang serta kulit kemerahan akibat iritasi.

Cara pemakaian

Pemakaian malam :
Cuci muka dengan sabun bilas dengan air bersih dan jangan di keringkan dengan menggunakan handuk (keringkan dengan telapak tangan)
Ambil kapas dan beri toner secukupnya dan usapkan pada seluruh wajah secara merata (boleh sampai leher)
Oleskan cream malam pada wajah sampai dibawah mata
Pemakaian pagi ato siang :
Cuci muka dengan sabun bilas dengan air bersih dan jangan di keringkan dengan handuk (keringkan dengan telapak tangan)
Oleskan cream siang pada wajah secara merata,cream siang bisa sebagai pengganti bedak /sunblock

UNTUK PEMESANAN HUB : 08388465525 (SMS ONLY)

CREAM HN ORIGINAL

MANFAAT :
• Menghilangkan flek-flek hitam pada kulit wajah
• Mengecilkan pori-pori
• Mengencangkan kulit dan membuka aura pada wajah
• Mengangkat sel kulit mati
• Menghilangkan jerawat
• Kulit menjadi alami (bersih&bersinar)
• TIDAK MENGANDUNG MERCURI

Cara pemakaian MALAM :
1. Cuci muka dgn sabun bilas dgn bersih dan jangan dikeringkan dgn menggunakan handuk (keringkan dgn telapak tangan)
2. Ambil kapas dan beri TONER secukupnya dan usapkan pada seluruh wajah secara merata (boleh sampai leher)
3. Oleskan cream MALAM pada wajah dgn sedikit tebal sampai dgn di bawah mata.

Cara pemakaian PAGI :
1. Cuci muka dgn sabun bilas dgn bersih dan jangan dikeringkan dgn menggunakan handuk (keringkan dgn telapak tangan)
2. Oleskan cream SIANG pada wajah secara merata, cream SIANG bisa sebagai pengganti bedak / sunblock.

Reaksi obat tergantung dr jenis dan kondisi wajah ( reaksi bisa berupa: gatal, perih, merah, mengelupas dll), bila salah satu hal tsb terjadi jgn kaget dan pemakaian jgn dihentikan krn itu artinya obat sedang bekerja (reaksi dari pengangkatan kulit mati dan lemak dibawah kulit)

CATATAN !!!!Produk yg kami jual di jamin ASLI
ciri2 keaslian produk kami:
-Garis klip plastiknya berwarna putih bukan berwarna pink.
-toner aroma khas menyengat. dan pada saat di pakai  berasa dingin.
-khasiat produk kami bisa di buktikan sendiri.



ISI PAKET KECIL TERDIRI DARI:
- CREAM SIANG 15 GRAM
- CREAM MALAM 15 GRAM
- SABUN CAIR 60 ML
- TONER 30 ML

HARGA :
BELI 1 = Rp 145.000
BELI 3 = Rp 140.000/paket
BELI 12 = Rp 130.000/paket FREE 1 PAKET

ISI PAKET BESAR TERDIRI DARI:
- CREAM SIANG 30 GRAM
- CREAM MALAM 30 GRAM
- SABUN CAIR 100 ML
- TONER 60 ML

HARGA :
BELI 1 = Rp 280.000
BELI 3 = Rp 260.000/paket
BELI 12 = Rp 230.000/paket FREE 1 PAKET 

UNTUK PEMESANAN HUB : 08388465525 (SMS ONLY)